Mau tidak nyasar? Mau encari jalan terdekat ? berpetualang ke tempat yang belum pernah disinggahi? Hanya satu yang perlu menjadi senjata anda: GPS.
Cara Kerja GPS
Apa sebenarnya yang dimaksud GPS? Sekilas rasanya tidak ada salahnya kita mebahas sedikit secara singkat tentang GPS ini. Nama lengkat GPS adalah Navigational Satellite Timing and Ranging Global Positioning System atau biasa disingkat NAVSTAR GPS. GPS sendiri merupakan sistem navigasi satelit kepunyaan Amerika Serikat. Pada awal penggunaan sistem ini hanya diperuntukan bagi kepentingan militer Amerika Serikat saja. Kini GPS dapat diakses oleh seluruh masyarakat dunia. Hanya saja keakuratannya tidak seakurat pihak militer Amerika Serikat.
Dalam sistemnya GPS memiliki 24 satelit tersusun di angkasa. Sebanyak 21 satelit merupakan satelit aktif dan 3 satelit lagi merupakan satelit cadangan. Dalam memberikan informasi posisi,minimal dibutuhkan tiga sampai empat satelit. Jika keempat satelit ini dapat memperoleh sinyal perangkat anda, maka satelit akan mengirimkan informasi dimana anda berada dalam bentuk sudut lintang dan bujur. Sudut lintang dan bujur inilah yang nantinya akan diterjemahkan oleh peta anda.
Biasanya koneksi pertama antara GPS receiver dengan satelitnya akan memakan waktu sesaat. Namun, hubungan akan langsung terkunci dan berjalan secara realtime. Oleh sebab itu, sebaiknya berhentilah sebentar hinggaGPS anda aktifbaru kemudian melakan perjalanan kembali. GPS memiliki ketepatan lokasi sampai 5 meter.untuk jarak yag lebih dekat lagi diperlukan aplikasi bantuan.
GPS erat kaitannya dengan peta. Peta sendiri merupakan tampilan grafik yang kaya akan informasi. Oleh sebab itu, satu hal yang menjadi kunci perangkat GPS adalah layar. Layar yang baik tidak hanya kaya akan warna, tetapi juga tidak silau bila terkena sinar matahari.
Sebagian besar layar GPS menggunakan LCD. Ada yang dilengkapi dengan layar sentuh ada juga yang tidak. Sebagian lagi masih hitam putih. Namun layar yang baik tidak memantul bila digunakan di luar ruangan adaalah layar LCD TFT.
Read the rest of this entry »
Filed under: iPteK , gps, iPteK
Belakangan ini perkembangan software, operating system (OS) misalnya, sedang hangat-hangatnya dibincangkan baik oleh praktisi IT, pelajar, mahasiswa, ato umum.
Kalo saya tebak mungkin hampir 70% di indonesia menggunakan OS bajakan (OS nya dari microsoft misalnya), disamping harganya murah, penggunaannya pun dapat dipakai lebih dari satu komputer. Masalahnya hal ini melanggar hukum, tahu sendiri lah kalo yang namanya MS Windows itu harga lisensinya brapa….
Temen saya dan semua rekan kerjanya yang kerja di sebuah PT di sukabumi pernah digiring ke polsek karena pake windows bajakan (kasian bgt…). Yang punya ntu PT kena denda sampe puluhan juta rupiah bro….untungnya temenku itu cuman jadi saksi ajah…
Kalo mo pake open source (Linux misalnya), enaknya OS tersebut gratis, cuman sebagian besar pengguna komputer di indonesia blom familiar dengan OS ini termasuk saya (pernah install tapi didieumin aja….). Selain itu saya kira pemakaian Linux ini kurang didukung oleh pemerintah. coba saja kalo anak anak SD, SMP, ato SMA sejak awalnya di sosialisasikan dengan Linux, saya kira mereka akan tertarik ntuk menggunakannya. Kalo mahasiswa sih pasti udah banyak yang mahir kali yak….kalo saya sendiri gak pake keduanya…mwahahaha…guess what…
Sekarang tinggal pilih…mo pake OS MS Windows yang familiar tp bajakan and melanggar hukum??? Ato mo pake Open Source yang gratisan tp kurang user-friendly???
Filed under: iPteK , bajakan, open source
Tim formula F1 BMW Sauber memiliki satu anggota baru: Albert2—supercomputer tercepat di Eropa yang digunakan di industri ini berfungsi sebagai terowongan angin virtual dan membantu para pembalap untuk menang dalam musim kompetisi 2007.
Ketika pada tanggal 12 Maret di Melbourne mobil-mobil balap F1 mulai meraung-raung mengawali musim kompetisi 2007, balapan teknik juga memulai putaran berikutnya. Karena penggunaan mesin dibekukan dan bridestone merupakan satu-satunya penyuplai ban, para pakar meberi peran menentukan kepada sebuah faktor yaitu bentuk chassis. Pada musim kompetisi ini, aspek aero dinamik menjadi lebih penting daripada sebelumnya.
Untuk mencoba lebih banyak varian pada pengembangan mobil mobil mereka beberapa tim telah meggunakan terowongan angin ke 2. BMW Sauber menempuh cara lain yang membuat terowongan angin ke 2 tampak ketinggalan zaman. Tim ini menggunakan teknik komputer termodern. Dengan sebuah superkomputer baru: Albert2 yang diinstalasi di markas besar Sauber di Hinwil, Swiss. Para pengembang ini mengkalkulasi simulasi yang mahal ke dalam berbagai situasi balap.
Read the rest of this entry »
Filed under: iPteK , eropa, formula 1, pembalap, superkomputer, superotak, teknologi, tercepat